Link-link Penting
Dinding Siswa
Guru Piket Hari ini
- Nia Kurniasih
- Siti Salamah, S.Pd
- Suhaemah
Pengunjung : 20.977.207
| Hari ini | 10.783 |
| Bulan ini | 171.318 |
| IP anda | 50.16.132.180 |
| Tamu Online | 14 |
![]() |
|
Teraktif
- Siswa
- Orangtua Siswa
- Guru
- Pegawai
Dinding Siswa
Kesucian Cinta : Episode 06
Kesucian Cinta
Episode 06
(Sebelumnya.....)
Fatimah sadar, perlahan ia menoleh pada dua pria tampan itu, “Heh!” teriaknya. Raka dan Riki tersadar dari hipnotis yang mereka buat sendiri. “Kalian pikir saya ini siapa yang boleh kalian tatap kapan saja? Ingat, kita ini lagi ngaji! Apalagi sekarang kan bulan puasa.”
Raka dan Riki menuruti apa kata Fatimah. Mereka mengaji dengan terpaksa.
Waktu terus berjalan. Kini sudah memasuki minggu ke dua bulan suci Ramadhan. Raka dan Riki masih belajar mengaji pada Fatimah, walaupun niat mereka bukanlah mengaji. Tapi, dengan seiring waktu, mereka menjadi ingin bertaubat dengan sungguh-sungguh.
“Kenapa ya, sehabis kita mengaji sama Fatimah, perasaan gua kayak yang damai. Gue jadi ingin tobat beneran.” Batin Raka. Ternyata Riki pun memiliki perasaan yang sama dengan Raka.
Tetapi lain halnya dengan Fatimah. Justru perasaan ia terhadap Raka dan Riki bukan lagi rasa benci, namun rasa lain yang membuat Fatimah selalu tersenyum saat bertemu dengan Raka dan Riki. Rasa suka itu tak dapat dipungkiri dari hatinya. “Ini adalah kesucian cinta.....” batin Fatimah.
Dan, ini adalah saat yang tepat. Sepertinya Raka dan Riki juga sudah bisa menafsirkan hati Fatimah terhadap mereka. Dan, ini saatnya mereka mengembalikan barang Fatimah yang mereka rampok waktu itu.
Nasib liontin milik Fahri dan Fatimah kini berada di tangan Brawi, ayah Raka dan Riki. Ternyata sebenarnya Raka dan Riki adalah Galang dan Gilang, adik dari Fatimah dan Fahri, juga anaknya Sarah. Galang dan Gilang yang tertinggal oleh Fahri dan Fatimah 17 tahun lalu dididik Barwi menjadi preman agar bisa menghidupinya dan juga Mirani, istri keduanya.
Liontin yang bertuliskan ‘Brawi dan Sarah’ itu diambil diam-diam dari atas lemari Brawi oleh Raka. Ia tidak tahu apa tulisan liontin itu. Kalau saja ia dan Riki tahu, tentu mereka akan mencari Sarah, ibunya. Karena selama ini yang mereka tahu ibu mereka adalah Mirani.
“Riki, gue berhasil dapetin barang ini. Ayo cepet kita balikin ke Fatimah.” Dengan semangat, Raka dan Riki bergegas ke rumah Fatimah. Brawi yang melihat mereka keluar dari kamarnya, langsung mengejar mereka. Ia takut liontin itu diambil oleh Raka dan Riki alias Galang dan Gilang.
Akhirnya tiba juga mereka di rumah Fatimah. Fatimah, Fahri dan Umi Zahra sudah menunggu kedatangan Raka dan Riki. Kedatangan mereka kali itu bermaksud melamar Fatimah, tapi Fatimah harus memilih salah satu dari antara Raka dan Riki.
(Selanjutnya.....)
Raka dan Riki duduk bersimpuh dihadapan Fatimah. “Fatimah, maksud kedatangan kita kali ini yaitu ingin mengembalikan barang kamu.” Kata Raka. “Tapi ada maksud lain. Sekaligus kita ingin menyatakan perasaan kita yang sebenarnya. Bahwa sebenarnya kita ini.....”
Tiba-tiba dari belakang ada suara teriakan memanggil kedua pemuda itu, “Galang! Gilang! Pulang kalian, kembalikan liontin itu!!!” Suara Brawi itu menggagalkan pernyataan Raka dan Riki atas Fatimah.
Semuanya berlarian ke luar. Fatimah, Fahri dan Umi Zahra sangat terkejut ketika melihat sosok Brawi di depan rumah sambil membawa golok. Brawi yang melihat mereka pun terkejut pula, terlebih ketika melihat Umi Zahra.
“Sa.... Sarah? Saraaaah?!” Brawi berteriak menyebut nama itu pada Umi Zahra. Ternyata benar, Umi Zahra itu adalah ibunda dari Fahri, Fatimah dan Gilang Galang, yakni Sarah.
Pendapat

